Sukabumi, Tintamerahnews.com – Dalam aksi tersebut, PMII menilai pelaksanaan SPMB tahun ini masih menyisakan berbagai persoalan yang dinilai merugikan calon peserta didik. Mereka menyoroti gangguan sistem digital, lemahnya komunikasi kepada masyarakat, hingga pelayanan yang dinilai belum optimal.
Ketua PC PMII Kota Sukabumi, Fahmi Fauzi, mengatakan sejumlah calon siswa mengalami perubahan status kelulusan di sistem tanpa penjelasan yang memadai. “Banyak sistem yang dilihat, ada yang awalnya lulus, ternyata saat keesokannya dibuka jadi tidak lulus. Harusnya sebelum diterapkan kepada masyarakat, simulasi diuji kelayakannya, dikutip Minggu,25,7,2026.
Persoalan tersebut tidak hanya merugikan sekolah, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis calon peserta didik.Bahkan terdapat siswa yang kehilangan motivasi untuk melanjutkan pendidikan setelah status kelulusannya berubah.
“Sangat merugikan bagi sekolah maupun peserta didik baru. Banyak yang akhirnya tidak ingin sekolah karena awalnya diterima di sekolah favorit, tetapi di sistem tiba-tiba jadi tidak lulus,” tegasnya.
PC PMII Kota Sukabumi,telah menerima sedikitnya 10 aduan dari masyarakat Kota Sukabumi terkait persoalan serupa. Selain gangguan sistem, masyarakat juga mengeluhkan minimnya komunikasi dari pihak KCD saat menyampaikan keberatan. Panduan Kota & Daerah
“Ada 10 masyarakat yang mengeluhkan kepada kami bahwa anaknya yang awal lulus di sistem, sampai saat ini tidak lulus. Dan dari pihak KCD tidak ada komunikasi dengan baik,”jelasnya.













