Ciamis, Tintamerahnews com – Selasa 1 Juli 2026 Program Makan Bergizi Gratis, MBG, terus menjadi sorotan nasional. Pemerintah menegaskan program ini bukan sekadar belanja sosial, melainkan strategi besar membangun sumber daya manusia dan menggerakkan ekonomi dari bawah.
Penegasan itu disampaikan
Ujang Haeruman, Wakil Ketua Fraksi PPP DPRD sekaligus Sekretaris majelis Pakar DPC PPP Kabupaten Ciamis, dalam keterangannya, 1 Juli 2026.
“MBG adalah investasi masa depan bangsa. Keberhasilannya tidak boleh diukur hanya dari piring yang habis, tapi dari 3 pilar tujuan yang harus berjalan beriringan,” kata Ujang.
1. Pilar Pertama: Pemenuhan Gizi untuk Generasi Unggul
Ujang menyebut, pilar gizi adalah fondasi. Program MBG menyasar anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita untuk memastikan asupan protein, karbohidrat, lemak sehat, sayur, dan buah terpenuhi setiap hari.
Sasarannya jelas: menurunkan angka stunting, meningkatkan daya tahan tubuh, dan memperbaiki konsentrasi belajar. “Anak yang gizinya cukup akan punya energi belajar lebih baik. Itu modal utama Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
2. Pilar Kedua: Menghidupkan Ekonomi Kerakyatan
Berbeda dengan program pangan sebelumnya, MBG diarahkan agar rantai pasoknya tidak jauh dari dapur rakyat. Bahan baku seperti beras, telur, ayam, ikan, sayur, dan buah diupayakan diserap dari petani, peternak, nelayan, dan UMKM pangan lokal.
“Kalau dapur MBG belanja ke pasar Ciamis, maka uang negara berputar di Ciamis. UMKM naik kelas, petani punya kepastian pasar, inflasi pangan bisa ditekan,” jelas Ujang.
Model ini diharapkan memutus ketergantungan pada distributor besar dan memperkuat kedaulatan pangan daerah.













