Tasikmalaya,Tintamerahnews.com – Harapan masyarakat Kampung Citalahab, Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, untuk menikmati akses jalan dan jembatan yang layak hingga kini masih sebatas impian. Jembatan yang menghubungkan Desa Nagrog dengan Desa Bojongsari tersebut terbengkalai selama kurang lebih tujuh tahun tanpa ada kejelasan kelanjutan pembangunannya.
Padahal, perjuangan mewujudkan akses tersebut telah dimulai sejak tahun 2014 melalui swadaya masyarakat. Warga bergotong royong membuka badan jalan dengan harapan pemerintah dapat melanjutkan pembangunan hingga tuntas demi membuka keterisolasian wilayah.
Upaya masyarakat kemudian mendapat respons pada tahun 2018 melalui bantuan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk pembangunan jembatan. Namun, pembangunan itu tidak pernah selesai. Hingga tahun 2026, kondisi di lapangan hanya menyisakan pondasi di kedua sisi jembatan yang belum dapat dimanfaatkan masyarakat.
Tokoh masyarakat Kampung Citalahab, Mamay, mengaku kecewa karena pembangunan yang telah dirintis bersama warga justru terhenti tanpa kejelasan.
“Sudah bertahun-tahun kondisinya seperti ini. Yang ada hanya pondasi di kanan dan kiri. Jembatan tidak pernah dilanjutkan, sehingga masyarakat belum bisa merasakan manfaatnya,” ujar Mamay
Hal senada disampaikan Hanudin, putra almarhum Bahri, seorang veteran yang dikenal sebagai salah satu tokoh penggerak pembukaan akses jalan tersebut sejak awal. Menurut Hanudin, perjuangan ayahnya bersama masyarakat dilakukan demi membuka akses yang dapat meningkatkan perekonomian dan mempermudah mobilitas warga.













