Sukabumi, Tintamerahnews.com – Dalam rangka kunjungan kerja reses, Wakil ketua Komisi XIII DPR RI.Dewi Asmara, didampingi perwakilan dari Lapas Kelas IIA Warungkiara yang diwakili Kepala Subseksi Sarana Kerja selaku anggota Tim Ketahanan Pangan Lapas.Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, mulai dari pelayanan publik, pembinaan warga binaan, hingga implementasi berbagai program prioritas yang dijalankan di lingkungan Lapas.
Kedatangan rombongan disambut Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, bersama jajaran pejabat manajerial dan pegawai.
perwakilan Lapas Kelas IIA Warungkiara yang diwakili Kepala Subseksi Sarana Kerja selaku anggota Tim Ketahanan Pangan Lapas Kelas IIA Warungkiara.
Dalam agenda peninjauan, rombongan mengunjungi sejumlah fasilitas unggulan yang mendukung pelayanan dan pembinaan warga binaan. Fasilitas tersebut meliputi Wartelsuspas, Klinik Pratama beserta ruang rawat inap, Dapur SIGAP, area ketahanan pangan yang mencakup peternakan ayam petelur, budidaya ikan lele, dan hidroponik pakcoy, serta kegiatan kerja (GIATJA) pembuatan kerajinan keset dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Selain melihat sarana dan prasarana, Dewi Asmara juga menyempatkan diri berdialog dengan warga binaan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai pelaksanaan program pembinaan, pelayanan, dan aktivitas yang dijalani selama menjalani masa pidana.
Pada sesi pemaparan di Aula Lapas, Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, menyampaikan profil satuan kerja beserta berbagai capaian yang telah diraih. Ia menjelaskan bahwa saat ini Lapas Sukabumi dihuni 527 warga binaan, sementara kapasitas ideal hanya 200 orang, sehingga tingkat hunian telah mencapai sekitar 231 persen dari kapasitas.
Meski menghadapi kondisi kelebihan kapasitas, Lapas Sukabumi tetap mampu menjaga keamanan dan ketertiban. Pelayanan kesehatan juga terus berjalan optimal melalui dukungan tenaga medis dan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi. Di sisi lain, program pembinaan kepribadian, kemandirian, serta pendidikan bagi warga binaan terus dilaksanakan secara berkesinambungan.













