*”Jambore Budaya Sunda ini kami buat sebagai ruang bagi generasi muda untuk kenal, cinta, dan bangga dengan budayanya sendiri. Kami minta dukungan para kepala SMP agar acara Juli nanti bisa jadi gerakan bersama menjaga identitas Sunda,”* ujar Ibu Yanti Walpianti.
Dukungan dari pemerintah dan dinas terkait disambut baik panitia. Kehadiran Kesbangpol, Disporabudpar, dan Disdik diharapkan memperkuat sinergi agar acara berjalan lancar dan berdampak luas bagi pelajar.
Para kepala SMP yang hadir merespons positif. Mereka menilai Jambore Budaya Sunda bisa jadi wadah ekstrakurikuler yang mendidik karakter sekaligus melestarikan seni, bahasa, dan tradisi lokal.
Rencananya, panitia akan melanjutkan sosialisasi ke sekolah-sekolah hingga Juni 2026 sebelum puncak acara Juli mendatang.
Reporter : (Y.D)













