Lubuklinggau | Tintamerahnews.com – Puskesmas yang menyediakan pelayanan kesehatan dasar yang komprehensif, mencakup Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.
Namun kenyataan pahit sering kali dirasakan oleh banyak masyarakat yang ingin berobat melalui puskesmas di wilayah tersebut, pelayanan kesehatan di puskesmas sering menjadi pertanyaan besar terhadap pokok utama pelayanan publik.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh salah satu warga kecamatan selatan I Berinisial (JN) kepada awak media Senin,12/mei/2026 di kediaman nya.
JN menyampaikan keluhannya terhadap pelayanan salah satu puskesmas di kota Lubuklinggau yang enggan memberikan pelayanan kesehatan dengan dalih harus ada BPJS .
“Sudah sekitar 5 hari yang lalu aku bolak-balik berobat ke puskesmas itu dan uji nyo kalo bapak katek BPJS idak biso berobat di Puskesmas ini,jadi bapak harus buat BPJS dulu baru biso berobat” ujar (JN) kepada awak media.
Kemudian (JN) sempat menambah kan terkait buruk nya pelayanan kesehatan publik tersebut.
“Aku la buat BPJS tapi baru biso digunokan bulan 6 agek,sementaro aku ni sakit nak berobat,kok laju di suruh ngurus BPJS dulu ,kalo pun disuruh bayar dak papo Karno dak kan semahal rumah sakit,apo mati dulu baru biso berobat”. Ungkapnya
Peraturan Menteri Kesehatan No. 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Puskesmas. Peraturan ini menetapkan pelayanan berbasis klaster siklus hidup (integrasi pelayanan primer), komprehensif (promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif), serta pemenuhan tenaga medis dan standar akreditasi untuk memastikan pelayanan bermutu.
Puskesmas diwajibkan mengutamakan kesehatan, keamanan, keselamatan pasien, petugas, pengunjung, dan lingkungan kerja.
Mengacu pada 3 fungsi pokok puskesmas, yaitu :


















