Namun mengingat masih banyaknya ruas jalan rusak di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, penanganannya belum dapat dilakukan secara menyeluruh pada tahun ini.
Selain itu, pemerintah daerah berupaya mencari sumber pembiayaan alternatif melalui kerja sama lintas sektor, di antaranya program Jembatan Garuda melalui TNI, program Inpres Jalan Daerah (IJD) dan Jembatan Gantung dari Kementerian Pekerjaan Umum, serta dukungan belanja langsung jalan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Hasil audiensi juga mencatat bahwa proposal permohonan bantuan pembangunan Jembatan Swaka 2, berikut dokumentasi kondisi lapangan, denah, dan peta lokasi, telah diterima oleh pihak dinas sebagai bahan kelengkapan laporan.
Audiensi tersebut menghasilkan komitmen tindak lanjut berupa pengiriman laporan kepada Bupati Tasikmalaya untuk menginformasikan kondisi serta mengupayakan kelangsungan pembangunan jembatan penghubung kedua desa tersebut.
Masyarakat kini berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebatas pertemuan dan pencatatan administrasi. Mereka menantikan langkah konkret pemerintah daerah agar pembangunan Jembatan Swaka 2 dapat kembali direalisasikan.
Sebab, bagi masyarakat Nagrog dan Bojongsari, jembatan tersebut bukan sekadar bangunan infrastruktur, melainkan akses vital yang mencakup kemudahan aktivitas sehari-hari, pendidikan anak-anak, pelayanan kesehatan, hingga keberlangsungan ekonomi warga.
Kini, masyarakat menunggu kepastian tindak lanjut pemerintah agar Jembatan Swaka 2 tidak terus menjadi pekerjaan pembangunan yang terbengkalai.
Redaksi**













