“Sinergi adalah kekuatan. Ketika ulama, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat berjalan bersama, maka pembangunan tidak hanya menghasilkan kemajuan fisik, tetapi juga menghadirkan keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
MUI memiliki posisi strategis dalam mengawal berbagai program pembangunan di Kabupaten Sukabumi agar tetap selaras dengan nilai-nilai keagamaan. Hal tersebut sejalan dengan visi daerah ‘Sukabumi Mubarakah’, yang mengedepankan kemajuan, keunggulan, budaya, dan keberkahan.
Menurutnya, pertumbuhan investasi dan sektor pariwisata yang terus berkembang harus dibarengi dengan penguatan moral serta pembinaan karakter masyarakat.
“Ekonomi umat harus terus didorong, namun tetap berada dalam bingkai religius. Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur atau meningkatnya investasi, tetapi juga dari terjaganya akhlak, budaya, dan nilai-nilai spiritual masyarakat. Di sinilah peran MUI menjadi sangat penting,”pungkasnya.
Semoga kepengurusan MUI Kabupaten Sukabumi periode 2026–2031 mampu menghadirkan program-program yang berpihak kepada kemaslahatan umat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjadi mitra strategis dalam mewujudkan Sukabumi yang maju, religius, dan penuh keberkahan.
Editor: Rinto w













