TASIKMALAYA, Tintamerahnews.com – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengikuti kirab dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Selasa (20/10/2026). Kegiatan berlangsung meriah dengan menampilkan tradisi pesantren sekaligus mengenang jasa para ulama kharismatik yang telah mewariskan nilai perjuangan dan keteladanan.
Kirab dimulai dari Helipad Pondok Pesantren Cipasung menuju kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati Asep Sopari Alayubi, Kepala Kantor Kementerian Agama beserta sejumlah pejabat lainnya, turut mengikuti kirab dengan menunggangi kuda.
Kasi Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Fajri Adi Nugraha, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat tersebut.
Menurutnya, kirab menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan pesantren.
Foto Ulama Pendiri Pesantren Warnai Kirab
Salah satu hal yang menarik perhatian dalam kirab tahun ini adalah kehadiran belasan santri yang membawa foto para ulama kharismatik asal Kabupaten Tasikmalaya.
Di barisan terdepan, tampak foto KH Zaenal Musthafa, Pahlawan Nasional sekaligus tokoh perjuangan dan pimpinan Pondok Pesantren Sukamanah. Selain itu, ditampilkan pula foto para pendiri pesantren besar lainnya, seperti Pondok Pesantren Cipasung, Suryalaya, Miftahul Huda Manonjaya, dan Sukahideng.
Kehadiran foto-foto tersebut bukan sekadar pelengkap kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kirab menjadi momentum untuk mengenang jasa para ulama yang telah berkontribusi besar terhadap perkembangan pendidikan Islam, perjuangan bangsa, serta pembentukan karakter generasi santri di Tasikmalaya.
Setibanya di halaman kompleks Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, ribuan santri melanjutkan kegiatan dengan berselawat bersama.
Peserta kirab berasal dari berbagai pondok pesantren di sejumlah wilayah Kabupaten Tasikmalaya, di antaranya Cipasung, Padakembang, Sukarame, Singaparna, Leuwisari, Culamega, Padawaras, hingga wilayah Tasikmalaya Selatan.
Bupati: Hari Santri Bukan Sekadar Seremoni
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang melibatkan para kiai, ulama, dan santri tersebut.
Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional harus menjadi momentum refleksi terhadap sejarah panjang perjuangan dan pengabdian para ulama di tanah Sukapura, sebutan historis bagi wilayah Tasikmalaya.
Menurut Cecep, penghormatan kepada para ulama terdahulu merupakan bagian penting dari tradisi pesantren, termasuk dalam menerapkan nilai ta’dhiman wa takriman, yakni penghormatan dan pemuliaan kepada guru serta orang-orang yang berjasa dalam kehidupan keilmuan dan keagamaan.
Cecep juga menyebut peringatan HSN tahun ini terasa lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya. Setiap pondok pesantren diberi ruang untuk menunjukkan kreativitas dan kekhasannya, sekaligus memperkenalkan sejarah pesantren kepada masyarakat luas.



















