Jembatan Perintis Garuda Cipalasari direncanakan memiliki panjang 32 meter dan lebar 120 sentimeter. Jembatan gantung tersebut akan melintasi Sungai Cipalasari dan menghubungkan Kampung Anggayuda RT 03 RW 11, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, dengan Kampung Sundawenang RT 29 RW 12, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.
“Dengan hadirnya jembatan ini, kita berharap mobilitas masyarakat semakin lancar, akses pendidikan dan kesehatan semakin mudah, serta kegiatan perekonomian warga dapat berkembang dengan lebih baik,” ungkap Walikota Arm Nanda Supriatna dalam acaranya.
Ia juga menegaskan bahwa Kodim 0607/Kota Sukabumi akan terus mendukung program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dan semangat gotong royong menjadi kunci penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk turut menjaga dan merawat jembatan sebagai aset bersama agar keberadaannya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh generasi mendatang.
Program Jembatan Perintis Garuda merupakan salah satu upaya pembangunan infrastruktur jembatan melalui kolaborasi TNI Angkatan Darat dan masyarakat, terutama untuk membuka wilayah keterisolasian, memperlancar mobilitas warga, serta meningkatkan akses terhadap kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial.
Melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda Cipalasari Tahap VII Tahun 2026 ini, diharapkan konektivitas antara wilayah Cibadak dan Parungkuda semakin baik, sehingga mampu mendukung aktivitas masyarakat dan mendorong peningkatan kesejahteraan warga Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan peletakan batu pertama tersebut menjadi langkah awal pembangunan jembatan yang diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.
Reporter : Rin/Abeng













