Setelah pertemuan tersebut, kedua orang tersebut disebut kembali menghubungi pihak kelompok tani melalui WhatsApp dan meminta agar persoalan tersebut diselesaikan pada malam itu juga.
Merasa tidak melakukan pelanggaran dan program bantuan ternak masih berjalan, Robi bersama anggota kelompok kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
“Sebelum kami pulang, masih di lokasi, kami salat Magrib dulu. Dia menghubungi kami melalui WhatsApp bahwa harus malam ini selesai. Kami tidak mampu menyiapkan uang sebesar itu. Akhirnya kami berdiskusi untuk mencari pembelaan agar kami tidak ditindas. Kami merasa tidak salah, program masih kami jalankan dan ternak masih aman,” ungkapnya.
Setelah berkoordinasi dengan polisi, kelompok tani kemudian kembali melakukan pertemuan sekitar pukul 22.00 WIB di kawasan Citepus, sesuai lokasi yang diminta kedua orang tersebut.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian mengungkap dugaan transaksi. Saat uang diserahkan, petugas kemudian melakukan OTT dan mengamankan kedua orang tersebut.
“Iya, akhirnya kami ketemuan lagi jam 10 malam untuk kami pancing transaksi. Kami ketemuan di Citepus, depan balai desa, sesuai yang dia inginkan. Benar ada transaksi di situ. Kami serahkan nominal Rp5 juta,” kata Robi.
Polisi Masih Dalami Motif dan Modus
Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana membenarkan adanya penangkapan terhadap dua orang tersebut.
“Benar, yang bersangkutan sudah kami amankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) tadi malam,” ujar Dudi saat dikonfirmasi, Sabtu (19/9/2026).
Dudi mengatakan kedua terduga masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Sukabumi.
Penyidik masih mendalami dugaan modus dan motif dalam peristiwa tersebut, termasuk meminta keterangan dari kedua terduga serta sejumlah saksi.
“Terduga pelaku saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas. Kami masih mendalami keterangan dari yang bersangkutan serta para saksi,” pungkasnya.
Reporter : (Rinto Wahyudi)













