Meski kembali memperoleh opini tertinggi dari BPK, Viman menegaskan bahwa capaian tersebut bukan menjadi tujuan utama penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, yang lebih penting adalah manfaat nyata dari penggunaan anggaran bagi masyarakat.
“Bagi kami, WTP bukan sekadar prestasi di atas kertas atau administratif semata. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anggaran yang ada bisa dipertanggungjawabkan dan kembali ke masyarakat dalam bentuk pelayanan publik yang berkualitas, pembangunan merata, serta peningkatan kesejahteraan,” tegasnya.
Pemerintah Kota Tasikmalaya juga menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan melalui penguatan sistem pengendalian internal, optimalisasi pengelolaan aset daerah, serta percepatan tindak lanjut atas rekomendasi yang diberikan BPK.
Capaian WTP selama sepuluh tahun berturut-turut tersebut diharapkan dapat menjadi pendorong peningkatan kinerja birokrasi dan pelayanan publik dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Prestasi ini adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan agar program pembangunan dampaknya benar-benar dirasakan langsung oleh warga Kota Tasikmalaya,” pungkasnya
Reporter : Deden













