3. Pilar Ketiga: Membuka Lapangan Kerja Baru
Pilar ketiga adalah penyerapan tenaga kerja. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau dapur MBG membutuhkan juru masak, ahli gizi, petugas logistik, pengawas mutu, hingga administrasi.
“Ribuan dapur MBG berarti ribuan lapangan kerja baru. Ini langsung menyentuh ibu-ibu PKK, lulusan SMK tata boga, sampai sarjana gizi yang selama ini sulit dapat kerja,” ungkapnya.
MBG Bukan Beban, Tapi Investasi
Ujang menekankan, jika 3 pilar ini dijalankan konsisten dan diawasi, MBG akan menghasilkan efek berantai: anak sehat prestasi naik produktivitas tinggi. Di sisi lain,ekonomi desa hidup dan pengangguran berkurang , Dan untuk perekrutan tenaga kerja harusnya ter bersatatus desil 1 dan 2 , dalam upaya meningkatkan ekonomi rakyat .
Ia juga mengingatkan 3 catatan penting agar program tidak melenceng:
1. Transparansi anggaran dan pengadaan agar tidak terjadi kebocoran.
2. Standar mutu gizi harus dijaga ahli gizi, bukan asal kenyang.
3. Keterlibatan pemerintah daerah dan DPRD untuk mengawal distribusi sampai ke titik terakhir
“Jangan sampai MBG hanya jadi seremonial. Kalau 3 pilar ini dikunci kuat, maka ini benar-benar investasi jangka panjang untuk bangsa,”tutup Ujang.
Reporter : R.Nurdiana


















