245 Sarjana Tasikmalaya Masuk Dunia Magang, Pemkab Dorong Lulusan Tak Berhenti di Ijazah

banner 468x60

TASIKMALAYA, Tintamerahnews.com – Sebanyak 245 lulusan perguruan tinggi di Kabupaten Tasikmalaya resmi dilepas mengikuti Program Pemagangan Nasional. Mereka akan ditempatkan di sejumlah perusahaan untuk mengasah kemampuan sekaligus merasakan langsung kerasnya dinamika dunia kerja.
Pelepasan dilakukan Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi dalam apel pagi di halaman Gedung Bupati Tasikmalaya, Senin (21/9/2026).

Program ini menjadi salah satu upaya mempersempit jarak antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Sebab, ijazah perguruan tinggi tidak otomatis menjadi tiket masuk ke dunia kerja.

banner 336x280

Kemampuan akademik perlu dibarengi pengalaman, kedisiplinan, keterampilan, serta kemampuan beradaptasi dengan tuntutan perusahaan.

Asep mengatakan, pemagangan harus dimanfaatkan sebagai ruang belajar bagi para lulusan baru sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.”Melalui program pemagangan ini, mereka memiliki wadah untuk terus belajar, memotivasi diri dan meningkatkan kompetensi. Harapannya, ketika masuk ke dunia kerja, mereka benar-benar sudah siap,” ujar Asep.

Menurutnya, persoalan yang kerap dihadapi lulusan baru bukan semata-mata kemampuan akademik, melainkan minimnya pengalaman ketika harus berhadapan langsung dengan dunia kerja.

Karena itu, peserta dituntut tidak sekadar hadir sebagai peserta magang. Mereka harus mampu menunjukkan kemampuan, etos kerja dan tanggung jawab selama berada di perusahaan.
Bukan tidak mungkin, pengalaman dan kinerja selama magang justru menjadi pintu masuk untuk memperoleh pekerjaan tetap.”Ya kan peluang mah ada aja. Siapa tahu jadi direkrut jadi pegawai tetap,” kata Asep.

Bukan Sekadar Program Seremonial
Di sisi lain, keberhasilan program pemagangan tentu tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang dilepas. Tantangan berikutnya adalah memastikan peserta benar-benar memperoleh pengalaman dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Pemkab Tasikmalaya berharap program tersebut ikut berkontribusi menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan generasi muda.”Ini menjadi salah satu upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Tasikmalaya yang kemudian berdampak terhadap angka kemiskinan,” ujar Asep.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *