TASIKMALAYA ,Tintamerahnews.com – Ironis, di tengah gencarnya program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) maupun Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), ternyata masih ada warga yang belum tersentuh bantuan perbaikan rumah.
Kondisi memprihatinkan tersebut dialami Andri, warga RT 01/RW 05, Kampung Bumisari, Desa Singasari, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Rumah yang ditempatinya hingga kini masih jauh dari kata layak huni, meskipun lokasinya berada di kawasan ibu kota Kabupaten Tasikmalaya, tidak jauh dari wilayah perkantoran pemerintahan daerah.
Kondisi ini tentu mengundang keprihatinan. Pasalnya, berbagai program bantuan perumahan telah digulirkan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dengan tujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat.
Namun, kenyataan yang dialami Andri justru memunculkan pertanyaan mengenai pemerataan pendataan serta ketepatan sasaran penyaluran bantuan Rutilahu maupun BSPS.
Saat diwawancarai pada Senin (2/11/2026), Andri mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap dan kebijakan pemerintah daerah yang dinilainya belum memberikan perhatian terhadap kondisi rumah yang ditempatinya.
Ia mengaku telah beberapa kali berupaya mengajukan permohonan bantuan, baik melalui BAZNAS maupun Pemerintah Desa Singasari sebagai kepanjangan tangan pemerintah daerah. Namun, hingga saat ini harapannya untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah belum juga terealisasi.
“Saya sudah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan, baik ke BAZNAS ataupun ke pemerintah desa. Namun, sampai sekarang belum ada bantuan yang terealisasi untuk memperbaiki rumah saya,” ungkap Andri.













