Kembali kepada bahasan semula tentang masalah ekonomi. Ade tidak akan terlalu jauh membahas kapasitas fiskal kita yang menurun, kemampuan kita untuk mengadvokasi, kira-kira kapasitas fiskal kalau diterjemahkan dengan bahasa yang lugas adalah APBD, bupati sambil minta kaban membenarkan. Jadi kemampuan dan keuangan kita untuk menanggulangi masalah, disuatu sisi mengejar visit – misi dan target RPJP, serta mengingatkan, bahwa bupati dan para kepala desa merupakan yang terakhir dalam satu putaran pembangunan selama 25 tahun atau Rencana Pembangunan Jangka Panjang, barangkali lupa bahwa perjalanan pemerintah ini tidak mandiri, dalam kinerja 5 tahun dan tidak mandiri dalam melepaskan tanggung jawab.
Tahun 2025 kedepan, ditengah – tengah sibuknya menyelsaikan pilkada, kita menyusun rencana pembangunan jangka panjang untuk 25 tahun kedepan, bupati mengharapkan penyusunan untuk esok jangan sampai berimajiner terbang tinggi diatas awan, asal enak didengarnya, dan akhirnya tak bisa terlaksana maksud dan tujuannya, dan rencana diharapkan berbasis pada kepentingan dan potensi rakyat. Yang jelas tidak berbasis kepada mimpi, ucap Ade.
Banyak hal yang disampaikan Bupati Ade Sugianto dalam acara Penyerahan SPPT & DHKP PBB P 2, khususnya mengenai pemotongan yang dilakukan pemerintah pusat dengan istilah recofusing untuk yang pertama, kedua cut off dan yang terakhir ada istilah yang menurutnya semakin tidak bisa dimengerti.
Ada hal yang membuat peserta yang hadir menjadi lebih mengerti tentang peran dan tupoksi sekretaris daerah, oleh karena bupati menjelaskannya secara gamblang. Menurutnya tugas dan peran Sekda. Kinerja sekretaris daerah bila diibaratkan sama dengan jabatan perdana menteri, jadi aslinya yang menjalankan pemerintahan itu adalah Sekda, seperti untuk pelaksana anggaran, penanggung jawab, koordinator keuangan, penanggung jawab asset adalah sekda, tutur Ade.
Jadi kinerja Bupati jelas lepas, kalau melihat seperti itu bupati apa bisa korupsi, mau dimana korupsinya katanya. Pegang Keuangan tidak, pegang kewenangan sudah diberikan, sambil bertanya kepada semua peserta yang hadir, kini bupati bisanya apa, dan Bupati Ade Sugianto SIP, menjawab pertanyaannya sendiri dengan lantang, bupati bisanya NIPU!!?. Disambut gelak tawa Peserta yang hadir.
Iwan Singadinata.