Para terduga pelaku yang diamankan selanjutnya diserahkan kepada aparat penegak hukum di Indonesia karena penindakan dilakukan di luar wilayah yurisdiksi hukum nasional.
Pelaku Disebut Mengaku sebagai Tokoh Agama Dahnil kembali menyoroti latar belakang sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam praktik tersebut. Menurutnya, persoalan ini menjadi pekerjaan rumah bersama bagi seluruh elemen umat Islam.
“Pelakunya siapa.Mohon maaf, ini PR kita semua yang berasal dari ormas. Yang ustaz, yang berstatus ustaz, mengaku dirinya ustaz, mengaku dirinya ajengan, mengaku dirinya kiai. Ini PR kita semuanya dari kelompok Islam,” ujarnya.
Dahnil, bahkan mengungkapkan salah satu pengalaman saat petugas mengamankan seorang pengurus KBIH yang diduga membawa uang hasil penipuan DAM.
“Bahkan ada satu pengurus KBIH yang tertangkap begitu, dia bawa Rp1,4 miliar dari penipuan-penipuan dam. Itu ketika ditangkap oleh petugas kami, apa Pak yang ditawarkan? ‘Pak, kita bagi dua aja.’ Bagi dua, Pak! Tapi kemudian tetap kita amankan, kemudian ditangkap di Jawa Barat,”
“Saya mau katakan apa. Ini masalah peradaban dan keadaban, Pak. Islam, agama kita, harusnya itu menjadi-apalagi ibadah haji-itu harusnya menjadi sarana untuk memperbaiki peradaban dan keadaban,” pungkasnya.
Di akhir pernyataannya, Dahnil menegaskan bahwa praktik-praktik penyimpangan tersebut bertentangan dengan nilai ibadah Haji. Menurutnya, Haji semestinya menjadi momen untuk memperbaiki akhlak dan membangun peradaban, bukan dijadikan ajang mencari keuntungan dengan cara melanggar aturan.
Reporter : Rin // M.Lucky



















