Kementrian Haji dan Umrah Perketat Pengawasan KBIH/KBIHU Setelah Terbongkarnya Praktik Kartel/Mafia Haji

banner 468x60

Sukabumi, Tintamerahnews.com – Praktik tersebut bukan sekadar dugaan, melainkan fakta yang ditemukan di berbagai lini penyelenggaraan ibadah Haji yang ada di Indonesia selama ini,pemerintah melakukan razia terhadap sejumlah KBIH yang diduga melakukan praktik penyimpangan selama musim haji.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI.Dahnil Anzar Simanjuntak,dalam kegiatan Rapat Kerja Kementerian Haji dan Umrah di Asrama Haji Jakarta,pada Rabu 9/7/2026).”Jadi Bapak Ibu sekalian, ini ingin saya katakan, saya dimarahi banyak ormas, ulama. Saya sering menggunakan istilah ada kartel haji. Memang iya, Pak. Bapak sekalian mau marah saya sebutkan ada kartel haji, itu ada faktanya. Kartel haji itu fakta, Pak. Hampir di semua lini itu ada kartelnya,”

banner 336x280

Yang paling memprihatinkan bukan hanya keberadaan kartel tersebut, tetapi juga sosok yang diduga terlibat di dalamnya. Dahnil mengatakan sebagian pelaku justru merupakan orang-orang yang memiliki latar belakang pendidikan agama atau dikenal sebagai tokoh agama di masyarakat.

“Yang menyedihkan adalah pelaku kartel-kartel ini, kartel haji, adalah orang-orang yang paham agama. Mohon maaf Pak, para ustaz, para kiai, bisa jadi dari ormas macam-macam,” ujarnya.

“Kemarin kami agak ketat Pak, KBIH, KBIHU, semuanya kami razia. Bapak Ibu tahu nggak berapa miliar yang terpaksa kami sita dan kami OTT?” ungkapnya.

Wakil menteri Haji dan Umrah.Dahnil Anzar Simanjuntak,mengatakan pengawasan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian yang dibentuk khusus di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah. Direktorat tersebut, kata dia, diperkuat oleh personel yang memiliki pengalaman di bidang pemberantasan korupsi.

“Kebetulan di Haji itu ada Dirjen Pengendalian, Pak. Isinya teman-teman KPK yang kami rekrut di sini. Jadi di haji itu ada Dirjen Pengendalian namanya. Ini yang melakukan kendali terhadap praktik-praktik yang tidak sesuai di haji,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Dahnil juga mengungkap adanya dugaan penipuan berkedok layanan ibadah haji, seperti badal dan dam. Menurutnya, praktik tersebut mampu menghasilkan uang dalam jumlah sangat besar selama musim haji.

“Pak, yang kami tangkap langsung yang dilakukan oleh teman-teman KBIH misalnya, ada satu KBIH yang melakukan penipuan badal, penipuan dam. Dia bisa mengumpulkan puluhan miliar pada saat musim haji. Ada yang kami OTT dia sudah ngumpulin Rp2 miliar, Rp1,4 miliar. Itu kami tangkap-tangkapin karena kita tangkap di luar yurisdiksi hukum kita, maka nanti pas kembali itu langsung diambil oleh Polda. Misal Jawa Barat, ada beberapa yang langsung ketika mendarat itu langsung diambil, Pak,” katanya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *