Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah terkait insiden tersebut. Namun sumber internal menyebut bahwa pihak sekolah tengah melakukan klarifikasi internal dan berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat. Oknum guru yang bersangkutan juga dikabarkan telah dimintai keterangan oleh pihak sekolah.
PWRI Kota Tasikmalaya mendesak Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kota untuk segera mengambil langkah tegas atas kejadian ini. “Ini bukan hanya soal pelanggaran etik guru, tapi juga soal perlindungan anak. Kami meminta agar kejadian ini ditangani secara serius dan transparan agar tidak mencoreng dunia pendidikan di Tasikmalaya,” tambahnya.
Insiden ini kembali membuka perdebatan tentang pentingnya pembinaan karakter guru dan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap praktik pembinaan di sekolah. Harapan publik saat ini adalah adanya tindakan cepat dan adil dari pihak-pihak berwenang agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
Reporter : (Y.D)













