Lubuklinggau | Tintamerahnews.com – Beberapa waktu lalu, masyarakat Kabupaten Musi Rawas sempat dikejutkan oleh pemberitaan mengenai pembangunan rumah dinas Bupati yang dinilai sangat mewah. Kini, kembali muncul sorotan tajam publik terkait pembangunan rumah dinas Wakil Bupati Musi Rawas, yang prosesnya dinilai tertutup dan minim transparansi informasi kepada masyarakat maupun awak media.
Proyek pembangunan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pengairan (CKTRP), serta dilaksanakan oleh pihak ketiga yaitu CV. Alam Raya Silampari dengan nilai kontrak yang mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp1.597.691.000,00.
Tim investigasi dari K-GASAK telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa tidak terdapat satu pun pekerja yang sedang melakukan aktivitas pembangunan. Selain itu, tim juga menemukan sejumlah temuan mengkhawatirkan terkait kualitas konstruksi bangunan.
“Saat pengecekan, kami tidak mendapati adanya pekerja. Hasil investigasi menunjukkan sejumlah tiang cor beton tidak sejajar, bahkan ada yang miring. Hal ini terjadi karena proses pengerjaan sama sekali tidak diawasi dengan baik,” ungkap perwakilan K-GASAK yang diidentifikasi dengan inisial D, saat diwawancarai di kediamannya pada Senin, 25 Mei lalu.
Pihaknya juga telah berupaya meminta keterangan kepada Kepala Dinas CKTRP, H. Oktaviano, S.T., M.Si. (akrab disapa Okta Masgud), namun hingga saat ini belum ada tanggapan atau respon apa pun. “Beliau memilih bungkam, padahal ada dugaan kuat proyek ini dikerjakan asal-asalan oleh CV. Alam Raya Silampari,” tambahnya.
Minimnya pengawasan dalam proyek ini dinilai sangat mencurigakan dan sarat dugaan praktik korupsi atau pembagian keuntungan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kecacatan konstruksi berupa kemiringan pada tiang beton dianggap sebagai bukti nyata bahwa pekerjaan dilakukan tanpa pengawasan memadai dari dinas teknis terkait.
Pada hari yang sama, Koordinator K-GASAK, Riyansa, juga berkomunikasi langsung dengan Wakil Bupati Musi Rawas, H. Suprayitno, melalui pesan WhatsApp di nomor 0821-7865-xxxx, menanyakan perkembangan proyek yang tertutup tersebut. Hasilnya cukup mengejutkan, karena Wakil Bupati mengaku belum pernah sama sekali mendatangi lokasi pembangunan.
“Saya juga belum pernah cek ke lokasi,” jawab singkat Suprayitno melalui pesan singkat.



















