Sejarah Pers Dunia dan Lahirnya 3 Mei Sebagai Hari “Kebebasan Pers Sedunia

banner 468x60

SUKABUMI,Tintamerahnews.com – Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, kebebasan pers tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan bernegara. Tanpa pers yang merdeka, masyarakat akan kesulitan mengawasi kekuasaan dan mengetahui realitas yang sebenarnya terjadi.

Setiap tanggal 3 Mei, dunia memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengingat peran pers dalam menjaga demokrasi, menyampaikan fakta kepada publik, serta melindungi hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar dan independen,03/05/2026.

banner 336x280

Sejarah Pers di Dunia dan Perjuangan Kebebasan Pers

Sejarah pers dunia bermula sejak ditemukannya mesin cetak oleh Johannes Gutenberg pada abad ke-15. Penemuan ini membuka jalan bagi lahirnya surat kabar dan media cetak di berbagai negara Eropa.

Pada abad ke-17, surat kabar mulai berkembang di Jerman, Inggris, dan Prancis. Namun pada masa itu, media masih berada di bawah kendali kerajaan dan pemerintah. Isi berita sering disensor, bahkan wartawan bisa dipenjara bila dianggap menentang penguasa.

Memasuki abad ke-18 dan ke-19, semangat demokrasi mulai tumbuh. Pers perlahan menjadi alat perjuangan rakyat untuk menyuarakan kebebasan, keadilan, dan hak sipil. Dari sinilah muncul gagasan bahwa media harus berdiri independen, bebas dari tekanan politik maupun kepentingan tertentu.

Lahirnya Hari Kebebasan Pers Sedunia

**Dikutip dari situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan UNESCO, Hari Kebebasan Pers Sedunia ditetapkan setelah adanya Deklarasi Windhoek di Windhoek**

Deklarasi tersebut lahir dalam seminar UNESCO yang berlangsung pada 29 April hingga 3 Mei 1991.

Para jurnalis dari berbagai negara Afrika menyerukan pentingnya media yang bebas, independen, dan pluralis.

Isi deklarasi itu menegaskan bahwa pemerintah harus melindungi kebebasan pers serta menjamin kebebasan berekspresi. Pada Desember 1993, Majelis Umum PBB kemudian resmi menetapkan 3 Mei sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia.

Tanggal tersebut dipilih untuk mengenang lahirnya Deklarasi Windhoek yang dianggap sebagai tonggak penting perjuangan kebebasan media di dunia.

Latar Belakang Deklarasi Windhoek.

Munculnya Deklarasi Windhoek tidak lepas dari situasi diskriminasi rasial di Afrika akibat sistem apartheid. Kebijakan tersebut memisahkan hak antara warga kulit putih dan kulit hitam, termasuk dalam dunia media.

Banyak pekerja pers kulit hitam mengalami pembatasan, tekanan, hingga ketidakadilan. Karena itu, para jurnalis menuntut sistem pers yang adil, terbuka, dan bebas dari diskriminasi.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed