245 Sarjana Tasikmalaya Masuk Dunia Magang, Pemkab Dorong Lulusan Tak Berhenti di Ijazah

banner 468x60

Menurut Asep, penyediaan akses pekerjaan bagi generasi muda merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah.”Ini menjadi prioritas kerja pemerintah daerah. Bagaimana generasi muda bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan,” katanya.

Artinya, tantangan pemerintah daerah bukan berhenti pada membuka akses pemagangan. Keberlanjutan setelah masa magang juga menjadi bagian penting agar program tersebut benar-benar menghasilkan lulusan yang terserap dunia kerja.

banner 336x280

Jepang Jadi Salah Satu Sasaran
Tak hanya pasar kerja dalam negeri, Pemkab Tasikmalaya juga mendorong peluang kerja ke luar negeri. Jepang menjadi salah satu negara yang dibidik melalui program pemagangan maupun penempatan tenaga kerja.Namun, peluang tersebut membutuhkan persiapan serius.

Salah satu kendala yang disoroti Asep adalah kemampuan bahasa.
“Selama ini salah satu kendala tenaga kerja kita adalah bahasa. Karena itu, laboratorium bahasa juga perlu diperkuat,” ungkapnya.

Ia meminta Balai Latihan Kerja (BLK) terus meningkatkan kualitas pelatihan. Bahkan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diharapkan dapat ikut membantu pembiayaan bagi masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan sebagai persiapan bekerja ke luar negeri.
Langkah tersebut dinilai penting agar kesempatan bekerja tidak hanya terbuka bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial untuk mengikuti pelatihan.
Berharap Magang Berujung Kontrak Kerja.

Sementara itu, salah seorang peserta magang, Ujang, mengaku antusias mengikuti program tersebut.
Ia menyadari bahwa kesempatan magang bukan hanya untuk mendapatkan pengalaman, tetapi juga menjadi kesempatan membuktikan kemampuan kepada perusahaan.
“Saya sih bakal nunjukin kinerja baik. Semoga direkrut tetap. Saya di Jakarta, di perusahaan,” ujar Ujang.

Harapan Ujang sekaligus menggambarkan tujuan utama para peserta: menjadikan masa magang bukan sebagai akhir perjalanan setelah kuliah, melainkan sebagai langkah awal menuju pekerjaan yang lebih permanen.
Kini, 245 lulusan perguruan tinggi tersebut memasuki fase baru. Ijazah menjadi modal awal, sedangkan kemampuan, pengalaman dan kinerja di lapangan yang akan menentukan langkah berikutnya.

Redaksi**

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *