DPP BAKI menegaskan tidak akan tinggal diam. Uge menyebut tengah mengumpulkan data dan dokumen untuk dilaporkan secara resmi ke aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan dan KPK, jika ditemukan indikasi kerugian negara.
“Kami tidak akan berhenti mengkritik. Jika terbukti ada permainan anggaran, kami akan seret ke ranah hukum. Siapapun yang terlibat, jabatan tidak akan menyelamatkan mereka,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya belum memberikan klarifikasi resmi, meski telah dihubungi berkali-kali. Sikap bungkam ini justru memperkuat kualitas masyarakat bahwa ada sesuatu yang sedang menutupi.
Publik kini menunggu langkah tegas aparat hukum. Sebab jika anggaran pertanian terus dikorupsi, maka yang dikorbankan bukan hanya uang negara, tetapi masa depan pangan dan nasib petani Tasikmalaya.
Red***













