Tasikmalaya, Tintamerahnews.com – Aroma busuk dugaan penyimpangan anggaran kembali tercium dari birokrasi tubuh Kabupaten Tasikmalaya. Kali ini, Dinas Pertanian menjadi target sorotan tajam publik setelah muncul indikasi kuat ketidakjelasan penggunaan anggaran yang bersumber dari uang negara,uang yang sejatinya diperuntukkan bagi petani kecil yang selama ini hidup pas-pasan.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Badan Anti Korupsi Indonesia (DPP BAKI), Uge Theo Saputra, melontarkan pernyataan kerasnya. Ia menegaskan bahwa anggaran pertanian bukan bancakan pejabat, bukan ladang basah elite, dan bukan alat menyuburkan diri, melainkan hak mutlak petani.
“Jangan main-main dengan uang petani! Itu bukan uang dinas, bukan uang pribadi pejabat. Itu darah dan keringat rakyat. Jika diselewengkan, itu kejahatan!” tegas Uge Theo Saputra, Selasa (27/01/2026)
Program Ada, Manfaat Tak Terasa
Ironisnya, setiap tahun anggaran Dinas Pertanian mencapai miliaran rupiah, namun kondisi petani di lapangan tetap memprihatinkan. Kelangkaan pupuk, bantuan alat yang tidak tepat sasaran, pelatihan fiktif, hingga program yang hanya indah di laporan menjadi keluhan klasik yang tak pernah selesai.



















