BBWS Citanduy Tegaskan Rehabilitasi D.I. Cikunten II Bukan Penyebab Kekeringan, Justru Solusi Jangka Panjang bagi Pertanian Tasikmalaya

DAERAH25 Views
banner 468x60

TASIKMALAYA, Tintamerahnews.com – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya informasi yang menyebut proyek rehabilitasi Daerah Irigasi (D.I.) Cikunten II sebagai penyebab utama berkurangnya pasokan air bagi lahan pertanian di wilayah Tasikmalaya.

Dalam keterangan pers yang disampaikan pada Kamis (16/7/2026), Kepala BBWS Citanduy menegaskan bahwa informasi tersebut tidak menggambarkan kondisi secara utuh. Menurutnya, penurunan debit air yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh faktor alam berupa musim kemarau, serta adanya kebutuhan teknis pengeringan saluran secara berkala guna mempercepat pekerjaan rekonstruksi beton pada dinding saluran irigasi.

banner 336x280

“Langkah ini merupakan bagian dari proses pembangunan agar saluran irigasi menjadi lebih kuat, efisien, dan mampu menjamin ketersediaan air bagi pertanian dalam jangka panjang,” ujarnya.

BBWS Citanduy menjelaskan bahwa rehabilitasi D.I. Cikunten II dilakukan sebagai upaya mengatasi berbagai persoalan yang selama ini terjadi, seperti kebocoran saluran, pendangkalan akibat sedimentasi, serta distribusi air yang belum optimal hingga ke wilayah hilir.

Bukan Penutupan Permanen

BBWS Citanduy meluruskan sejumlah informasi yang dinilai berkembang tidak sesuai fakta di lapangan.

Pertama, BBWS menegaskan bahwa tidak pernah dilakukan penghentian aliran air secara permanen. Pengaturan distribusi air dilakukan melalui sistem pola gilir atau rotasi yang telah disepakati bersama Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan tokoh masyarakat. Sistem tersebut diterapkan agar pekerjaan konstruksi dapat berjalan tanpa menghilangkan hak petani memperoleh pasokan air secara bergantian.

Kedua, berdasarkan data hidrologi, debit Sungai Ciwulan dan Sungai Cimerah memang mengalami penurunan akibat minimnya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir. Karena itu, kondisi berkurangnya pasokan air tidak semata-mata disebabkan oleh proyek rehabilitasi.

Ketiga, BBWS juga menyoroti masih adanya praktik pengambilan air secara ilegal atau oncoran di sejumlah titik saluran irigasi. Kondisi tersebut turut memengaruhi distribusi air ke wilayah hilir. Melalui rehabilitasi ini, sistem penyaluran air diharapkan menjadi lebih tertata, adil, dan merata.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *