Selain sektor pertanian, krisis air bersih juga mulai dirasakan masyarakat. Hingga 15 Juli 2026, BPBD menerima permohonan distribusi air bersih dari 8 kecamatan dan 9 desa, dengan total penyaluran mencapai 100 ribu liter untuk memenuhi kebutuhan sekitar 3.115 kepala keluarga atau 16.869 jiwa.
Melalui rakor tersebut, seluruh unsur pemerintah, instansi vertikal, BUMD, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga sosial menyatakan komitmen untuk memperkuat sinergi dalam penanganan kekeringan. Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, di antaranya rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan embung, sumur bor, pompanisasi, distribusi air bersih, peningkatan layanan kesehatan, hingga sosialisasi penghematan penggunaan air kepada masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap kolaborasi lintas sektor melalui Satgas Mitigasi Dampak Kekeringan dan Karhutla Tahun 2026 mampu meningkatkan kesiapsiagaan, mempercepat penanganan dampak kekeringan, serta meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Redaksi***



















