Sukabumi,Tintamerahnews.com – Lurah Limusnunggal Dedi Supriadi mengungkapkan, tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah muncul sejak pekan sebelumnya saat plafon mulai jebol pada 30 Oktober 2026.
“Sebetulnya seminggu yang lalu pas 30 Oktober yang pertama jebol plafonnya. Dikira saya cuman plafonnya doang, dilihat pas ke atasnya ternyata sikut-sikutnya sudah pada patah, terus penahan-penahannya sudah memang sangat mengkhawatirkan ternyata,”
Melihat kondisi tersebut, langkah pencegahan langsung diambil untuk menyelamatkan aset yang berada di dalam ruangan.
“Dari beberapa hari kemarin kita sudah antisipasi, barang-barang yang sifatnya memang berharga kita sudah amankan, karena saya melihat kondisi bangunan memang sudah tidak ada (harapan), sudah ada kemungkinan pasti ambrol,”
Menurut Dedi, bangunan aula tersebut sudah berdiri sejak 2003 dan belum pernah direnovasi secara total. “Kalau perbaikan hanya sebatas benerin yang bocor-bocor,”
“Karena memang bangunannya sudah lumayan tua juga sih, dilihat dari sistem bangunannya juga, sistem paké bor, dulu mah pakai besi yang dibaut gitu,”
Dedi tak menampik jika insiden ini mengganggu agenda pertemuan di wilayahnya. Aula tersebut merupakan pusat kegiatan bagi 13 RW dan 44 RT di Kelurahan Limusnunggal.



















