Proyek Irigasi Disorot, Dinas PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Didesak Uji Lab Beton K175 dan Wiremesh Berkarat

banner 468x60

“Yang jelas kegiatan ini dalam kontrol kami, di lapangan ada pengawasnya, ada kontraknya juga dan ada rekananya. Apa yang menjadi temuan teman-teman media nanti bisa dijelaskan oleh Bidang SDA. Kalau memang informasi yang disampaikan perlu adanya perbaikan dan uji Lab secara kualitas, tentu kami akan bergerak dan mengarahkan rekanan untuk melakukan penyelesaian,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SDA selaku PPK, Dedi, “menjelaskan bahwa kondisi besi wiremesh yang tampak berkarat hanya terjadi pada bagian permukaan akibat pengaruh cuaca dan curah hujan selama proses pekerjaan berlangsung. Ia menegaskan bahwa material besi yang digunakan saat pembelian dalam kondisi baru dan termasuk memiliki dokumen pembelian material sebagai bukti.” jelasnya.

banner 336x280

Terkait mutu beton K175, Dedi,”menjelaskan bahwa pekerjaan dilakukan secara manual dan tidak menggunakan sistem readymix maupun mesin molen. Meski begitu, menurutnya proses pencampuran material tetap mengacu pada takaran dan petunjuk teknis mutu beton K175.“Berdasarkan laporan pengawas di lapangan, pekerjaan masih sesuai ketentuan,” pungkas Dedi

Di sisi lain, Para awak media menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan menunggu langkah konkret dari DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, termasuk terkait rencana uji laboratorium terhadap mutu beton K175 serta kepastian standar SNI yang belum diketahui secara pasti pada material besi wiremesh yang digunakan dalam proyek tersebut. Apabila tidak ada hasil maupun jawaban yang dinilai jelas dan pasti, beberapa awak media yang tergabung dalam Forum media berencana menindaklanjuti temuan tersebut ke DPRD Kabupaten Tasikmalaya guna meminta pelaksanaan mendengarkan pendapat terkait dugaan kualitas dan kuantitas pekerjaan proyek irigasi tersebut.

Tim**

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *