Sukabumi, Tintamerahnews.com – Sebanyak 1.359 warga binaan rutin mengikuti berbagai kegiatan bimbingan, mulai dari pelatihan keterampilan kerja, pendidikan, hingga pembinaan karakter, yang semuanya disiapkan sebagai bekal saat mereka kembali ke masyarakat kelak.
Program pembinaan kemandirian yang dijalankan sangat beragam. Warga binaan diajak membuat keset, anyaman besek ikan, lap kebersihan, lukisan, celengan, replika pohon bonsai, hingga kotak tisu. Selain kerajinan tangan, tersedia pula pelatihan perbengkelan, perkayuan, peternakan, dan pertanian.
Masing-masing kegiatan membawa manfaat yang berbeda. Kerajinan tangan melatih ketelitian dan daya cipta, sementara pelatihan perbengkelan dan perkayuan membekali mereka dengan keahlian teknis yang bisa langsung digunakan. Bidang pertanian dan peternakan juga memberi pengalaman mulai dari proses perawatan hingga memanen hasil kerja sendiri. Semua ini bertujuan agar saat masa tahanannya selesai, mereka memiliki kemampuan yang berguna untuk membangun kembali kehidupannya.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP) Kelas IIA Warungkiara, Ibnu Wibowo, menegaskan bahwa suasana yang aman dan tertib adalah syarat utama agar seluruh kegiatan pembinaan dapat berjalan dengan baik.
“Keamanan adalah pondasi utama. Kalau suasana aman, pembinaan juga akan berjalan lebih baik,” ujar Ibnu Wibowo, dikutip pada Jum’at,16/10/2026.
Pengamanan dan pembinaan berjalan beriringan. Keduanya sama-sama penting agar kehidupan di dalam lingkungan lapas tetap kondusif dan program pembinaan dapat terlaksana secara efektif.















