“Saya kira gak bakal sebesar itu (kerugiannya), Yaudah saya datengin ke rumah mamah nya datanglah kesana, pas aku datang kesana ternyata banyak lagi korban udah nunggu disana yang berdatangan sampai malem,” Kata NL
Setelah kejadian tersebut NL bersama para korban lain nya berinisiatif untuk membuat grup Whatsapp yang menjadi korban arisan bodong. Tidak tanggung-tanggung, korban yang baru ditemukan berjumlah 30 orang lebih dengan kerugian mencapai ±500 juta.
“Setelah itu bikin grup WA yang menjadi korban AM dan di dalam grup tersebut ada sebanyak 30 orang, itu juga belum termasuk yang tidak mengetahui kejadian ini,” Kata Nl
“Aku tanya ke AM ada gak 200 juta, tapi kata AM lebih dari segitu. Tapi pas dicek mutasi rekening ternyata uang keluar masuk itu ternyata 350juta lebih. Maka nya setelah korban lagi berdatangan ada yang satu orang 55 juta 58 juta ada yang 60 juta satu orang nya. Setelah kita kira-kira ada semua nya tuh sekitar 500 jutaan (kerugiannya),” Tambah NL
Harapan NL bersama korban lain nya menuntut tanggung jawab AM untuk mengganti semua kerugian korban. Namun seandai nya tidak bisa mengganti kerugian para korban, NL bersama para korban lain menuntut untuk diproses secara hukum atau dipidanakan menurutnya ini sudah merupakan pada tindak pidana penipuan.
“Harapan tadinya tanggung jawab nya soalnya kan uang nya bukan dari uang pribadi juga ada uang orang lain juga numpang ikut arisan ke kita, sedangkan uang nya ada di AM. Seandai nya tidak ada itikad baik, ya mending dia dipidana soalnya takut memakan korban lain,”
Alasan AM melakukan dugaan penipuan arisan bodong tersebut tak lain dikarenakan terlilit hutang Pinjaman Online (pinjol).
“Soalnya awalnya tuh dia bilang ke kita (para korban) awal mulanya ada jual beli arisan karena ingin menutupi hutang pinjol nya”, Pungkas NL
***
Tim