Selain tempat ngopi, Wisata Alam Pasir Bentang ini juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat kemping. Biaya untuk kemping pun, pengelola tidak menentukan tarif tapi sedikasihnya dari pengunjung. Asalkan sebelum kemping, pengunjung harus melapor dulu kepada pengelola.
Pengurus Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) LMDH Sarimukti Dede Yuyu mengatakan Wisata Alam Pasir Bentang ini memiliki lahan 2 hektar. Mulai dikelola menjadi tempat wisata sekitar tahun 2020 diawali dengan dibangunnya kedai kopi dengan nama Galatani Kopi.
Tujuannya orang bisa mengenal kopi khas Gunung Sawal ini melalui kedai. Ditambah lagi pengunjung dari wisatawan lokal yang mulai datang ke lokasi.
“Anggota dari para pemuda mulai mengolah kopi dan meracik kopi. Memang awalnya kami mendapat SK dari Kementerian untuk pemanfaatan lahan dengan menanam kopi,” ujar Dede yang ditemui di lokasi, Sabtu (4/3/2023).
Dede menyebut meski dalam tahap pengembangan, namun tempat wisata ini memiliki sejumlah fasilitas penunjang yang dapat dimanfaatkan wisatawan.
“Memang tempat ini cocok untuk refreshing. Menyegarkan pikiran di akhir pekan sambil menikmati kopi. Dominan pengunjung yang datang itu di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Baik yang hanya ngopi, botram ada juga yang kemping”pungkasnya.
Kontributor : DD