DARI CIAMIS UNTUK INDONESIA: GEDUNG ARAS SITI HALIMAH RESMI DIBUKA, FEDERASI PEREMPUAN REFORMA AGRARIA LAHIR SEBAGAI KEKUATAN BARU

Ciamis38 Views
banner 468x60

Ciamis, Tintamerahnews.com – Kamis 2 Juli 2026, Lapangan perjuangan reforma agraria di Indonesia resmi punya “rumah baru”. Gedung ARAS Siti Halimah yang berdiri megah di Ciamis, Kamis 2 Juli 2026, diresmikan dalam satu napas dengan Pelantikan Federasi Perempuan Reforma Agraria. Dua momentum ini menjadi penanda: gerakan agraria kini makin terorganisir, dan perempuan makin berada di barisan depan.

Acara berlangsung khidmat namun penuh semangat. Hadir ratusan peserta dari berbagai daerah, mulai dari pejuang agraria, akademisi, organisasi perempuan, hingga aktivis lintas generasi. Deretan tokoh nasional dan daerah pun ikut menguatkan panggung sejarah ini.

banner 336x280

Tampak hadir H. Herdiat Sunarya, Bupati Ciamis; H. Nanang Permana, Ketua DPRD Ciamis; H. Asep Noordin, Ketua DPRD Pangandaran; Idam Arsyad, Stafsus Menko Pemberdayaan Masyarakat; Dewi Kartika, Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria; H. Agustina, Sekjen Serikat Petani Pasundan; perwakilan WALHI Jabar, LBH Bandung, serta jaringan organisasi rakyat lainnya.

ARAS Siti Halimah: Lebih dari Sekadar Gedung

Peresmian Gedung ARAS Siti Halimah bukan sekadar seremoni gunting pita. Gedung ini diproyeksikan menjadi pusat pendidikan kader, pelatihan, penelitian, dan pengorganisasian. Tempat lahirnya ide, strategi, dan pemimpin-pemimpin baru yang berani memperjuangkan hak atas tanah dan sumber daya agraria.

“Gedung ARAS Siti Halimah bukan sekadar bangunan fisik. Ini rumah perjuangan, ruang belajar, dan dapur gagasan besar untuk keadilan agraria di Indonesia,” ujar Sarno Maulana Rahayu, Wakil Sekjen SPP yang juga Ketua Panitia acara.

Fokus ARAS ke depan: menguatkan kapasitas kader, melahirkan advokat agraria yang militan, dan membangun jaringan organisasi rakyat yang solid, terutama di level akar rumput.

Perempuan Naik Panggung

Di hari yang sama, Federasi Perempuan Reforma Agraria resmi dilantik. Federasi ini lahir sebagai jawaban atas kenyataan bahwa perempuan sering paling terdampak konflik agraria, tapi suaranya jarang didengar dalam pengambilan keputusan.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *