Dalam kegiatan tersebut, juga diperagakan simulasi beberapa penanganan bencana, di antaranya evakuasi korban gempa bumi, penanganan warga terdampak longsor, pemadaman kebakaran, pertolongan pertama bagi korban luka, serta proses evakuasi ke titik aman. Simulasi tersebut menarik perhatian masyarakat karena memberikan gambaran nyata langkah penyelamatan saat situasi darurat.
Roni menambahkan,”Bahwa wilayah Cigalontang memiliki potensi kerawanan bencana seperti longsor, banjir, dan pergerakan tanah, sehingga kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan melalui latihan rutin dan sinergi seluruh pihak agar risiko korban jiwa maupun kerugian material dapat diminimalisir.”Pungkasnya













