TASIKMALAYA,Tintamerahnews.com – Harapan masyarakat Kampung Citalahab, Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, dan Kampung Bongas, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, untuk memiliki akses jembatan penghubung yang layak kembali disuarakan. Pasalnya, pembangunan Jembatan Swaka 2 yang menjadi akses penghubung kedua wilayah tersebut hingga November 2026 belum juga dilanjutkan.
Persoalan tersebut menjadi diskusi utama dalam audiensi tokoh masyarakat Desa Nagrog dan Desa Bojongsari bersama Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (4/11/2026), bertempat di ruang rapat kantor DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya.
Dalam audiensi tersebut, masyarakat menyampaikan kembali aspirasi sekaligus meminta kejelasan mengenai kelanjutan pembangunan Jembatan Swaka 2 yang direncanakan menghubungkan Kampung Citalahab dengan Kampung Bongas.
Berdasarkan keterangan dalam notulensi audiensi, akses penghubung tersebut telah dirintis secara swadaya sejak sekitar tahun 2014. Kemudian, pada tahun 2018 terdapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk pembangunan jembatan. Namun, hingga tahun 2026 pembangunan belum berlanjut dan kondisi di lapangan masih menyisakan pondasi atau abutment pada kedua sisi.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Warga harus menempuh jalur untuk melakukan mobilitas antardesa. Anak-anak yang hendak bersekolah mengalami kendala akses, sementara transportasi hasil pertanian menjadi lebih sulit dan biaya transportasi juga meningkat.
Masyarakat berharap pembangunan jembatan sepanjang kurang lebih 25 meter tersebut dapat kembali menjadi perhatian pemerintah daerah. Sebab, keberadaan jembatan dinilai sangat penting bukan hanya untuk memperpendek jarak tempuh, tetapi juga menunjang akses pendidikan, kesehatan, kegiatan sosial, serta meningkatkan perekonomian masyarakat.
Menangapi aspirasi tersebut, pihak DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya menerima dengan baik kedatangan perwakilan masyarakat. Dinas menyampaikan akan melaporkan hasil audiensi kepada Bupati Tasikmalaya sebagai bahan informasi mengenai kondisi Jembatan Swaka 2 sekaligus mengupayakan kelanjutan pembangunannya.
Dalam pertemuan itu, pihak dinas juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tengah mengupayakan kunjungan Bupati melalui program “Jalan Kasep” dalam dua tahun, dengan dukungan dana pinjaman untuk penanganan 32 ruas jalan.



















