Tasikmalaya, Tintamerahnews.com – Puluhan massa dari organisasi SEMATA (Serikat Masyarakat Tasikmalaya) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya untuk mempertanyakan keterbukaan anggaran penanganan stunting tahun 2025–2026, Selasa (26/05/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tuntutan terkait transparansi penggunaan anggaran serta meminta adanya pengawasan bersama antara pemerintah dan masyarakat sipil terhadap program penanganan stunting di Kabupaten Tasikmalaya.
Ketua SEMATA, Ahmad Najmudin, menyayangkan sikap pihak Dinsos yang dinilai tidak menunjukkan itikad baik karena tidak menemui langsung massa aksi hingga kegiatan unjuk rasa selesai.
“Kami datang sesuai prosedur dan telah menyampaikan pemberitahuan aksi secara resmi. Namun sampai akhir aksi tidak ada satu pun pejabat Dinsos yang menemui massa. Alasan yang kami terima melalui petugas di lapangan adalah sedang dinas luar,” ujar Ahmad Najmudin dalam orasinya.
Sebagai bentuk kekecewaan, massa melakukan aksi simbolis dengan membakar bahan protes sambil menyampaikan orasi terkait dugaan minimnya transparansi dalam pengelolaan anggaran stunting.
Menurut Ahmad Najmudin, sikap menghindar dari pejabat Dinsos justru memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
“Jika memang tidak ada persoalan dan tidak ada yang disembunyikan, mengapa pejabat Dinsos tidak berani bertemu langsung dengan masyarakat? Transparansi adalah kewajiban, bukan pilihan,” tegasnya.
SEMATA juga menilai ketidakhadiran pejabat Dinsos dalam aksi tersebut semakin memperkuat kecurigaan publik terkait pengelolaan anggaran stunting tahun 2025–2026.



















