Koordinator Presidium SIMPUL Sukabumi, Norman Irawan, menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk penolakan terhadap lembaga zakat, melainkan dorongan agar pengelolaan dana publik dilakukan secara lebih terbuka, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Transparansi adalah kewajiban moral lembaga yang mengelola dana masyarakat, terlebih ketika berkaitan langsung dengan kepercayaan publik.
Norman juga menyebut bahwa proyek RSB Bebeza tidak boleh menjadi simbol kegagalan pengelolaan dana umat. Menurutnya, ketika pembangunan tidak berjalan sesuai rencana dan tidak ada penjelasan terbuka kepada publik, maka wajar jika muncul keraguan di masyarakat.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. SIMPUL Sukabumi menyatakan akan terus mengawal persoalan ini melalui jalur konstitusional dan mendorong keterbukaan informasi demi menjaga integritas pengelolaan dana sosial di daerah.
Reporter: Firman( Egi)/ M.Lucky



















