“Ini program untuk anak-anak sekolah. Seharusnya pengawasan dan ketelitian lebih diperhatikan. Masa hanya karena copas dan dikejar waktu bisa terjadi kesalahan seperti ini?” ujar salah satu pihak yang menyoroti permasalahan tersebut.
Sorotan juga datang dari sejumlah pihak yang meminta agar pengelola program MBG di wilayah tersebut lebih transparan dalam pengelolaan anggaran serta distribusi produk.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai proses pengadaan susu tersebut serta alasan mengapa perbedaan harga bisa lolos dari proses pengecekan sebelum produk didistribusikan kepada siswa.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa program pengelolaan yang mencakup kebutuhan siswa seharusnya dilakukan dengan ketelitian tinggi, bukan hanya bergantung pada alasan teknis seperti “copas” atau keterbatasan waktu.
Jurnalis : NN



















