Proyek menjadi sorotan karena ditemukan dugaan pengerjaan yang tidak sesuai standar, seperti penggunaan material berkualitas rendah, campuran material yang diduga tidak maksimal, pembesian yang kurang sesuai, serta galian pondasi yang dinilai kurang optimal. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas dan ketahanan bangunan irigasi.
Dugaan minimnya pengawasan diketahui setelah awak media melakukan peninjauan langsung ke lapangan pada Sabtu,09/05/2026 dan menemukan sejumlah indikasi pekerjaan yang terkesan terburu-buru tanpa memperhatikan mutu konstruksi. Masyarakat pun berharap DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya segera turun tangan melakukan evaluasi dan pengawasan agar proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan memberikan manfaat jangka panjang bagi petani.
Tim**


















