Adapun diungkapkan oleh Adjie “untuk menjadi peserta yang ingin mengikuti program keterampilan adalah lulusan sma atau sederajat paket C,jika hanya mempunyai ijazah SMP ia harus mengambil paket C terlebih dahulu karena konversi nya dunia industri nya susah untuk pemagangan dan sebagainya”
Seperti sektor usaha lainnya pandemi covid berdampak besar pada pendapatan sektor pariwisata. Seperti diungkapkan Adjie “hotel menjadi tempat karantina,klub malam ditutup,kapal pesiar gak berangkat,penerbangan ditutup hal ini berdampak pada pendistribusian siswa contohnya ada siswa barista yang berniat untuk kerja diluar negeri seperti negara arab saudi,kuwait,qatar yang sudah kami persiapkan untuk event Piala dunia atau chef yg akan kami kirim ke jepang,namun terkendala karena sektor penerbangan tutup.
Dari tahun 2021-2022 tidak ada pendistribusian calon pekerja,omset kami nol,siswa nol dan metode peralihan pengajaran menjadi online tidak berdampak apapun karena kami kan banyaknya pengajaran praktek ya,jadi kurang efektif gitu sih”
Adapun harapan pelaku usaha pariwisata “semoga tidak ada pandemi lagi karena kita susah bergerak ya dan harapan nya adalah wacana Ibu Kota Negara Nusantara ( IKN ) masyarakat di daerah meningkatkan keinginan keterampilan,knowledge mereka tanpa harus bekerja keluar karena kebutuhan industri lokal sangat besar.
Menanggapi wacana pemindahan Ibukota yang akan mendatangkan investasi besar-besaran dan berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga lokal,adjie berujar “pasti nya kami ingin tenaga kerja lokal tidak tergusur oleh tenaga kerja asing,namun pertanyaannya apakah manusia nya sudah siap ditempatkan atau belum ? Kebetulan Bina Mutu Bangsa suka melatih orang-orang di daerah seperti ke sumatera,labuan bajo,papua,jawa tengah,jawa timur kalau dilihat dari demografi masih banyak orang-orang yang belum bisa menerima perubahan,harapan saya jujur saja semoga warga kalimantan disana sadar akan persaingan karena akan banyak peluang disana,ambil satu keterampilan yang disukai agar di tanah nya sendiri mereka tidak merasa disingkirkan apabila ada tenaga kerja asing yang memumpuni sehingga sesuai harapan kita semua kalo Indonesia menjadi negara maju.”Pungkas Adjie
Muhammad Ali Daud
( Biro Depok )