TASIKMALAYA,Tintamerahnews.com – Klarifikasi yang disampaikan pihak dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Desa Nangtang, Kecamatan Cigalontang, terkait perbedaan harga susu kemasan 110 ml antara siswa SD dan SMP justru memicu kekecewaan dari sejumlah orang tua siswa penerima program tersebut.
Sebelumnya, orang tua menemukan adanya perbedaan harga pada kemasan susu yang dibagikan dalam menu MBG. Pada kemasan yang diterima siswa SD tercantum harga Rp3.000, sementara pada kemasan yang dibagikan kepada siswa SMP tercantum harga Rp3.500, meskipun ukuran dan jenis produk sama, yakni 110 ml.
Alih-alih meredakan polemik, klarifikasi dari pihak pengelola dapur melalui Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Nangtang justru dinilai belum memberikan penjelasan yang transparan dan komprehensif. Kondisi ini memunculkan pertanyaan baru di kalangan orang tua siswa terkait profesionalitas pengelolaan program MBG di wilayah tersebut.
Beberapa orang tua mengaku kecewa dan menilai adanya indikasi kelalaian dalam tata kelola program yang seharusnya dijalankan secara tertib dan akuntabel. Mereka menilai pengelola dapur MBG semestinya memastikan keseragaman produk serta kejelasan harga dalam setiap item menu yang dibagikan kepada siswa.



















