Ia juga menyoroti lemahnya fungsi pengawasan DPRD terhadap kinerja eksekutif, sehingga sejumlah program pembangunan dinilai tidak tepat sasaran. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak langsung pada menurunnya kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif daerah.
Ketua Saung Rakyat mendesak DPRD Kabupaten Tasikmalaya untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerjanya serta membuka ruang dialog yang lebih luas dengan masyarakat. Transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan pada rakyat disebut sebagai kunci utama untuk memulihkan kepercayaan publik.
“Kami berharap DPRD bisa kembali ke khitahnya sebagai wakil rakyat, bukan sekadar simbol kekuasaan. Jika tidak ada perubahan, kami akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat melalui berbagai cara yang konstitusional,” tegasnya
Reporter : NS



















